Menapak Jejak Dakwah

Sejarah Perjalanan PERSIS di Cangkuang dari Masa ke Masa

Sejarah Singkat PERSIS Cangkuang

Perkembangan PERSIS Cabang Cangkuang tidak dapat dipisahkan dari sejarah awal dakwah Persatuan Islam di Kampung Cirengit. Bahkan sebelum berdirinya Cabang Banjaran dan Cangkuang, pusat awal gerakan ini justru bermula dari Cirengit, yang pada awalnya dikenal sebagai Cabang Cirengit.


1. Awal Masuknya Paham PERSIS (1940–1942)

Pada awal 1940-an, dua tokoh bernama Edeng dan Embing membawa paham pembaruan Islam ke Cirengit. Mereka menyampaikan kritik terhadap praktik bid’ah, khurafat, dan syirik. Namun, dakwah ini sempat ditolak karena tidak disertai dalil yang jelas, sementara masyarakat Cirengit sudah dikenal sebagai “kampung santri” dengan majelis ta’lim tradisional yang kuat.

Perubahan mulai terjadi ketika H. Adam, lulusan Pesantren Sukamiskin Bandung, mendorong agar dakwah tersebut disertai referensi ilmiah. Sejak itu, majalah-majalah PERSIS seperti Pembela Islam, Al-Fatwa, Al-Lisan, dan At-Taqwa mulai dipelajari oleh tokoh-tokoh Cirengit.

2. Polemik Keagamaan & Lahirnya Masjid Al-Furqon (1943–1947)

Antara 1943–1946, terjadi polemik keagamaan yang cukup tajam akibat perbedaan pemahaman. Meski demikian, kelompok pembaharu tetap berdakwah secara santun dan argumentatif. Karena keterbatasan ruang di masjid tradisional, H. Adam mengajukan izin pendirian masjid kepada Naib Kecamatan Banjaran, Mohammad Adang, dan pada tahun 1947 berdirilah mushola yang kemudian dikenal sebagai Masjid PERSIS Al-Furqon Cirengit.

3. Berdirinya Madrasah Cirengit (1948)

Tahun 1948, H. Muhtar mewakafkan tanah untuk pendirian madrasah. Madrasah ini menjadi pusat kaderisasi PERSIS dan turut berperan dalam perjuangan masyarakat pada masa penjajahan. Hingga kini, bangunan tersebut masih digunakan sebagai pusat kegiatan jam’iyah.

4. Berdirinya PC PERSIS Cirengit (1954)

Pada tahun 1954, bertepatan dengan Haflah Imtihan Madrasah Cirengit, disepakati pembentukan PC PERSIS Cirengit. Tokoh perintis yang tercatat:

Marzuki (Ketua) H. Adam (Sekretaris) H. Mahfud H. Muhtar Edeng

5. Menjadi PC PERSIS Banjaran (1955–1956)

Untuk memperluas jangkauan, akhir 1955 nama berubah menjadi PC PERSIS Banjaran. Secara formal berdiri 4 Maret 1956 dengan Wiryanapura sebagai Ketua dan H. Adam sebagai Sekretaris. Cirengit kemudian berstatus sebagai Pimpinan Jama’ah.

6. Lahirnya PC PERSIS Cangkuang (2008)

Seiring pemekaran wilayah Kecamatan Cangkuang, jama’ah membentuk cabang baru. Tahun 2008 resmi lahir PC PERSIS Cangkuang sebagai estafet perjuangan dakwah yang bermula dari Cirengit.

Estafet Dakwah Berlanjut...

Perjuangan dari Cirengit untuk mencerahkan umat dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah.